“Aku sekalian beresin barangku saja ya? Enggak apa-apa kan? Apa kamu nggak sabar nungguin ya?” ucap Bhumi sambil cuci piring bekas sarapan mereka berdua. “Memang kita mau absen ke mana sih? Ya sudah santai saja, kamu beresin pakaianmu aku ganti baju. Apa mau aku bantu dulu? Kalau sudah ready baru langsung kita turun ke bawah. Enggak perlu dua tau tiga kali turun naik. Kamu bisa pulangin kunci kan?” “Oke. Tungguin ya, enggak perlu bantu dan jangan turun sendiri. Kamu tungguin saja,” kata Bhumi. Barangnya toh tidak banyak. Dia hanya bawa satu koper besar, super besar, karena banyak baju yang dia perlukan untuk pertemuan dengan Huli kemarin. Tentu ada jas dan segala macam perlengkapan seperti sepatu resmi untuk urusan kantor. Kalau untuk yang lainnya dia bawa dua sneaker, dia juga bawa

