Bhumi sengaja menjeda, menunggu apakah Acha mau menginterupsi, tapi dia tunggu Acha tetap diam.
“Yang selanjutnya kelima Markus ini adalah asisten pribadi, bukan pembantu Anda. Jadi kalau urusan pribadi yang personal maksudnya misalnya beli makan dan segala macam, itu bukan urusan Markus. Asisten pribadi di sini adalah dalam urusan pekerjaan, karena banyak eksekutif muda yang menggunakan asisten pribadi itu sekalian pembantu yang menyiapkan baju, menyiapkan sepatunya dan segala macam kalau yang laki-laki, kalau yang perempuan sampai menyiapkan make up dan segala macamnya.”
“Itu tidak tercantum dalam job desk Markus. Markus asisten pribadi dalam urusan pekerjaan. Di dalam SK harus disebutkan seperti itu. Dia tidak berurusan dengan keperluan pribadi kecuali ya Anda dan Markus terlibat cinta. Mungkin dia bisa menjadi semuanya buat Anda. Itu terserah, tapi secara pekerjaan tidak ada hal seperti itu,” jelas Bhumi. Tak menutup mata asisten yang jadi kekasih sekaligus juga keset kaki pasangannya.
“Ada pertanyaan lain Nyonya eh maaf Nona? Saya biasa sama Nyonya soalnya,” ujar Bhumi.
“Saya cukup jelas. Tolong panggilkan saja manager HRD, suruh buat suratnya sesuai dengan apa yang kamu minta. Mungkin detailnya juga tentang segala macam job desknya Markus tadi. Saya tinggal tanda tangan.”
“Lalu untuk ruang kerja. Saya memang nggak pernah suka sama ruangan ini, karena ini ruangannya Lizette. Beda banget sama ruangan saya yang saya bayangkan. Jadi kalau pun ini jadi ruangan saya, harus saya rubah total. Tapi saya kayaknya nggak suka sama view di sini. Saya lebih suka view di seberang sana.”
“Jadi saya mau pindah ke ruangan bekas papa saya, itu yang akan saya ubah nanti. Sementara itu belum selesai saya di sini mungkin sampai satu minggu. Tapi selebihnya saya akan berkantor di ruangan bekas papa saya. Ruangannya juga lebih besar, ada kamar istirahatnya. Selain itu mau saya bongkar semua sih sesuai dengan kepribadian saya.”
“Saya enggak suka gayanya Lizette, terlalu feminim. Buat sayang kurang fight, kurang tegar, kurang beringas, pokoknya bukan saya. Saya beda dengan Lizette dan jangan pernah samakan saya dengan Lizette.”
“Lizette itu lembut, keibuan, pokoknya saya suka Lizette, tapi untuk bergerak saya enggak suka. Dia terlalu lembut, saya jauh dari Lizette.”
“Anda sudah menentukan ruangan Anda? Sudah mempunyai bayangan bahwa apa yang akan Anda ubah di ruangan itu, apa sudah punya pekerjanya?” tanya Markus.
“Sudah. Saya sudah panggil dua hari lalu. Mungkin akan mulai bekerja besok. Dua hari lalu saya sudah kasih gambaran apa yang saya inginkan,” kata Acha.
“Hebat! Ternyata Anda sudah bergerak lebih dulu,” kata Markus dan Bhumi hampir bersamaan.
“Saya tidak suka menunda pekerjaan. Saya paling tidak suka orang yang tidak on time, dan saya paling tidak suka orang yang suka berbohong. Pokoknya itu yang saya tidak suka. Satu kali ada membuat saya tidak suka selamanya saya tidak akan suka,” kata Acha tegas.
“Anda sama persis dengan Pak Bhumi dan saya juga ikut seperti itu. Kami tidak suka kebohongan, kami tidak suka orang yang tidak on time apalagi orang yang menunda pekerjaan,” kata Markus setuju.
Saat itu masuk bapak Lukas Manager HRD.
“Pak Lukas tolong print-kan dan isi nomor SK yang sudah saya email semalam. Datanya sudah lengkap seperti itu. Perlihatkan dulu pada ibu Natacha untuk dia beri ACC terlebih dahulu, baru Anda buat surat sebenarnya setelah ada tanda ACC, biar Ibu tandatangani,” jelas Bhumi. Tadi malam dia sudah kirim email pada pak Lukas karena untuk para petinggi termasuk manajer tanda tangan bukan hanya dari ibu Natacha tapi juga dari dirinya sebagai manajer hukum perusahaan ini.
“Ini saya sudah bawa draftnya Pak, tinggal Ibu Natacha lihat dulu saja. Kalau Ibu ACC atau ada yang mau dicoret-coret saya akan buat sampai ada tanda ACC-nya,” kata Pak Lukas.
Acha mengerti kalau di tempat formal dia tidak bisa dipanggil Acha tapi harus nama lengkapnya Natacha. Jadi mau tak mau walau agak aneh di telinganya dia harus menerima hal itu.
“Kayaknya sudah nggak ada yang perlu dirubah deh, saya ACC ya, biar Pak Lukas langsung buat suratnya sekarang, lalu saya tanda tangani sehingga Pak Markus pegang satu salinannya. Aslinya di Pak Lukas,” kata Acha dengan sangat sopan. Dia perhatikan dengan saksama draft yang pak Lukas bawa untuk dia ACC. Nanti sbelum ditandatangani harus diteliti lagi apakah berkas yang di ACC itu sama dengan yang di print untuk ditanda tangani.
Acha berupaya menjadi seorang pemimpin, tidak pecicilan lagi seperti Acha sehari-hari. Acha yang selalu santai dengan banyak kejutan, sekarang harus sedikit kalem.
Bahkan hari ini dia berupaya tidak menggunakan sneaker, walaupun bukan high heels, tapi setidaknya dia pakai sepatu modis untuk bekerja. Hari ini Acha menggunakan sepatu ankle boots, dengan celana bahan kerjanya lalu dia gunakan kemeja dan blazer sebagai pelengkap.
Jauh dari kondisi harian Acha selama ini.
Mereka segera menuju ruang kerja bekas Laurent yang akan Acha ubah sesuai kepribadiannya saat pak Lukas keluar untuk membuat surat yang diperlukan.
Acha dan Markus diskusi ruang yang akan Acha renovasi, Bhumi hanya melihat keduanya dari sudut ruang dekat jendela. Dia banyak berpikir meletakkan banyak CCTV tersembunyi diluar yang siapa pun ketahui.
Semua akan Bhumi lakukan untuk mencegah hal tak diinginkan. Hanya dia yang akan tahu tentang CCTV tersembunyi.
Akan banyak kumbang jal4ang mengejar Nona Salvatore ini, dan itu sekarang tugasnya. Anjana Mavendra tak ingin mereka kecolongan lagi seperti kasus Caiden. Lizette dinikahi hanya demi mengambil hartanya.
Anjana menduga akan banyak kumbang mengejar Acha.
Acha dan Markus juga diskusi masalah peletakan meja kerja serta sofa di ruang Acha nanti, serta perombakan kamar istirahat serta alat apa saja yang Acha minta wajib ada di ruang istirahat itu.
Markus tak percaya, Acha minta alat masak minimalis lengkap ada di ruang istirahat miliknya kelak! Dia tak percaya gadis macho ini minta alat masak minimalis lengkap termasuk microwave dan kulkas.
Selesai diskusi mereka kembali ke ruang Lizette, takut pak Lukas kembali. Tak lama mereka tiba di ruangan Lizette, Pak Lukas kembali masuk setelah mengetuk pintu dan diberi izin masuk tentunya. Dia menyerahkan SK untuk Markus, jadi mulai hari itu Markus memang sudah resmi menjadi asisten pribadi dari Natacha Tearra Salvatore atau Acha.