Ada satu kejadian yang begitu menghebohkan pada hari itu, dan ternyata adalah Rey yang sedang berselisih dan berantem secara fisik dengan beberapa karyawan lainnya. Yang memalukan adalah Rey yang masih muda melawan beberapa karyawan senior yang usianya jauh di atas Rey sendiri. Entah apa penyebab pastinya yang membuat Rey dan beberapa karyawan seperti Agus, Dedi, dan Ahmad mengeroyok Rey di gudang. Pertikaian itu tiba-tiba saja langsung meledak... “Ayy kam, wani-waninya lah. Kada tahu hormat wan orang nang ganal kah?” (Oh kamu, berani-beraninya. Tidak tahu hormat dengan orang yang lebih tua atau besar atau dewasa) kata Agus pertama seperti diselimuti emosi yang sangat tinggi. Jawab Rey yang merasa benar “Nah lagian bubuhan kam mulai dahulu, aku kan hanya bapander apa adanya nah.” (Lagia

