"Apa ini sakit? " Tanya Damasa pada luka Gavin yang ada di kening suaminya. Jemari lentiknya mengusap luka itu yang sekarang hanya di tempel plester. "Tidak sakit, sayang. " Gavin meraih tangan istrinya lalu mengecupnya. "Tidak akan ada yang terasa sakit kalau aku sama aku. " "Aku serius Gavin, jangan malah ngegombal. " Gavin meringis. "Aku nggak gombal, sayang. I am serious. " "Kenapa nggak bilang kalau kamu kecelakaan?" "Aku nggak mau bikin kamu khawatir, sayang. Lagian aku nggak kenapa-napa." "Kalau kamu kenapa-napa bagaimana? Kalau terjadi sesuatu sama kamu aku nggak akan maafin diri aku, Gavin. " Mata Damasa sudah mengabur. Dia tidak bisa membayangkan jika suaminya kenapa-napa, apalagi sampai membuatnya kehilangan laki-laki itu. "Jangan menangis, sayang. " Gavin memelu

