Dua Puluh Satu

1263 Words

Sambil memainkan BBnya, Alfi menunggu santai di sebuah bangku panjang yang selalu ada di depanruang kelas sekolah Budi Perwira ini. Koridor sekolah tampak sudah sepi, karenaseluruh siswa sudah pulang. Hanya terlihat beberapa siswa yang masih melakukanaktifitas di sekolah, atau sekedar memanfaatkan fasilitas sekolah, sepertimemainkan internet. Karena wifi yang tidak di matikan, mumpung mumpung buatyang punya laptop tapi gapunya modem (aish, temen temen gue banget. gue jugasih, tapi guekan gapunya laptop, numpang ajadong *plakk kok curhat?) "Gak pulanglo?" tanya Satheo yang muncul dari dalam kelas. "NungguRefal." "Ohh yaudah,gue duluan, Fi." Satheo pun berjalan pergi meninggalkan Alfi. Sekitar lima menitberlalu, Refal belum juga datang. Namun kini terdengar derap kaki berjalanmelintas di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD