Bab 72 : Ragu?

1136 Words

Ellis sibuk mengotak- atik ponselnya di dekat meja kasir. Ia telah memutuskan untuk tetap melanjutkan pemesanan rajutan Nenek via daring, hanya sampai semua stok rajutan yang telah dibuat Nenek habis. Hanya ada satu- dua pesanan akhir- akhir ini, mengingat awal Juli ni adalah puncak musim panas. Sore ini tidak segerah siang tadi. Setidaknya rambut Ellis tidak selepek biasa. Pendingin udara di minimarket itu masih bisa mengatasi sorenya dengan cukup sejuk, berbeda dengan siang yang bahkan jika pendingin udara itu disetel pada suhu yang cukup dingin, tetap tak memberi banyak perubahan. Beberapa saat kemudian, terdengar pintu kaca didorong. Ellis menoleh, mendapati tak ada yang terlihat mendorongnya. Ia tersenyum, lalu menjulurkan kepalanya ke bagian depan meja kasir yang tinggi. “Bastian!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD