93 (Cara lain)

1121 Words

Adrian merasa sangat kesal sekaligus malu. Dirinya harus terlihat tidak berdaya dihadapan adiknya sendiri. Adik yang selama ini sangat dibencinya, malam ini malah membantunya. Bukannya sadar dengan kesalahannya, Adrian terus mengumpat semaunya. Cih, Arga sialan! Kamu kira setelah kamu membantuku seperti ini, aku mau memaafkan kamu? Cih, aku tidak sudi! Kamu selalu saja bersikap seolah-olah kamu adalah pahlawan. Tentu saja kamu berharap pujian dari semua orang. Dasar munafik! Kelihatannya saja baik, alim. Tapi, dalamnya busuk!  Ini semua gara-gara Sofia. Andai saja Sofia tidak mengambil hak milikku. Aku pasti tidak akan melarat seperti ini. Mau bersenang-senang saja tidak bisa, kalau begini terus. Bisa-bisa semua wanita yang selalu menemaniku menjauh. Argh, dasar sialan!  Maki Adrian di d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD