Papah Jaya sangat merasa sangat marah dengan kelakuan cucunya itu, terlebih lagi pada Adrian. Putra sulungnya yang akan tetapi jalan pikirannya jauh sekali dibawah adik-adiknya. "Pah, aku tidak ada maksud apa-apa dengan mengatakan semua ini pada Papah. Aku hanya ingin bercerita dan bertukar pikiran dengan Papah saja. Entah, kenapa aku merasa akan ada satu masalah besar yang akan mengganggu rumahtangga aku dan Bella nantinya. Ini hanya perasaanku saja Pah, dan masalah itu disebabkan oleh Rio. Rio sepertinya masih sangat mengharapkan Bella istriku, aku tidak tau itu adalah rasa cintanya atau hanya obsesinya saja untuk memiliki." jelas Arga panjang lebar. Papah Jaya nampak berpikir sejenak, mendengar semua cerita Arga membuat dirinya berpikir sama seperti yang putra bungsunya itu pikirkan.

