Seperti yang sudah direncanakan tadi malam, Papah Jaya dan juga Mamah Lidya pagi-pagi sekali sudah mulai bersiap menuju rumah Adrian, Papah Jaya sengaja tidak memberitahukan lebih dulu kepada putranya itu tentang perihal kedatangannya. Karena, jika Adrian tau lebih dulu. Dia pasti akan langsung menghindar. Setengah jam sudah berlalu, perjalanan yang lumayan jauh. Akhirnya, mengantarkan Papah Jaya dan Mamah Lidya sampai ke rumah putra mereka. Papah Jaya langsung mengetuk pintu rumah anaknya itu, beberapa kali ketukan pintu. Akhirnya, pintu rumah terbuka. Terlihat seorang pria paruh baya berbadan tegap sedang berdiri, dibalik pintu yang mulai terbuka. Raut wajah yang tadinya santai, kini berubah menjadi gelisah. "Papah, Mamah," ujar Adrian terlihat gugup. "Iya, ini Papah. Ada apa? Kenap

