16. Ketakutan

2004 Words

Ragana membuka matanya perlahan ketika merasakan sesuatu yang keras terlempar ke wajahnya. Tiba-tiba, manik matanya membola melihat Ozawara berteriak memanggil namanya. "Ibu Oza," desis Ragana bergegas bangkit duduk. Pria itu menyeka sudut bibirnya barangkali ada air liur yang menetes di sana. Lalu, tatapan matanya beralih pada Reswara yang saat ini sedang tertawa cekikikan. "Kau berani tidur di saat sedang bekerja Raga?" tanya Ozawara dingin. Tiba-tiba, wanita itu sudah berada di depan matanya. Padahal, Ragana sendiri tidak melihat langkah kaki wanita itu. Justru beberapa detik kemudian, wajah mereka sudah tidak memiliki jarak lagi. Wajah yang pucat pasi membuat Ragana ketakutan. "Astaga, Tuhan!" Ragana terkejut dan terbangun dari tidurnya. Ternyata kejadian itu hanya mimpi buruk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD