55. Menerima Lamaranku

1807 Words

Ozawara terbelalak membeku dan menahan nafasnya kuat-kuat. Selain tidak tahu malu, Ragana juga tidak tahu diri. Bagaimana bisa pria itu menciumnya di saat ia memejamkan matanya? "Apa yang kau lakukan, Raga?" tanya Ozawara sambil menggertakkan giginya. "Awww ..." Ragana terkejut mendengar Ozawara berbicara. Pria itu langsung jatuh terduduk dengan ekspresi kacau. Ia tidak tahu bisa ketahuan ketika mencuri kecupan di kening Ozawara. Padahal, ia pikir wanita itu sudah tertidur, tapi ternyata hanya proses menuju tidur. "A-aku ... Aku tidak melakukan apa-apa, Oza sayang." Ragana berusaha setenang mungkin agar bisa membuat alasan. Ozawara langsung beranjak duduk. "Tidak melakukan apa-apa bagaimana?" Ia mencubit bibir Ragana cukup keras, "Sudah jelas-jelas bibirmu ini mencium keningku dan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD