Panggilan pertama berakhir tanpa mendapat jawaban apa pun dari Lakeswara. Mungkin pria itu sedang sibuk atau tidak biasa menerima nomor baru di ponselnya. Abrina tidak menyerah begitu saja. Wanita itu terus menghubungi Lakeswara hingga berulang-ulang. Mungkin sudah sekitar empat sampai lima kali, tapi Lakeswara tak kunjung mengangkat panggilan darinya. "Kenapa tidak diangkat-angkat juga? Sial!" Abrina menyugar rambutnya ke belakang dan sedikit mencengkeramnya perlahan demi melampiaskan kekesalannya. "Apa dia sedang sibuk? Baiklah, aku akan menunggu sampai waktu makan siang tiba." Berhubung masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sambil menunggu waktu makan siang tiba. Abrina memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya. Ya, meskipun wanita itu tetap tidak bisa fokus. Namun tetap sa

