Selama beberapa detik, Ragana tidak tahu harus berbuat apa. Pria itu terus membeku sambil menahan nafas. Ozawara pun masih belum menyadari akan perbuatannya dan masih berada dalam posisi memeluk ragana. Hingga pada akhirnya, pria itu membuka suara karena tidak ingin terlalu berlama-lama dalam posisi itu. "Saya bisa kehabisan nafas kalau begini terus. Lebih baik, Ibu Oza, ambil saja gambar saya ini," celetuk Ragana. "Nah, gitu dong dari tadi. Jadi 'kan aku tidak perlu bersusah payah seperti ini." Ozawara melepaskan pelukannya dan mundur satu langkah. Kemudian, mengambil remasan kertas di tangan kanan Ragana. Setelah Ozawara sedikit menjauh dari tubuhnya itu. Ragana baru bisa menghembuskan nafas lega dan melemaskan otot tubuhnya yang sempat menegang. "Coba aku lihat! Gambar seperti apa y

