Pemandangan berubah. Sekarang dia adalah Pemintal, merasakan getaran halus dari Goa, memintal keindahan dari embun dan batu, menciptakan karya seni yang rumit dari sutra untuk memuja kegelapan yang telah melahirkannya. Lalu, pedang seorang pembunuh, memotong benang-benangnya, menginjak-injak keindahannya, mengakhiri nyanyiannya. Sekarang dia adalah Banshee, menyanyikan lagu kesedihan abadi untuk yang hilang, sebuah ratapan yang bukan untuk memikat, tapi untuk mengingat. Lalu, sebuah teriakan keras yang mematikan, memutuskan hubungannya dengan yang dicintainya, menyiksanya dengan keheningan. Ryo terhuyung, terengah-engah. Itu bukan sekadar melihat. Itu adalah merasakan. Rasa sakit mereka. Keputusasaan mereka. Mereka bukan sekadar monster untuk dibunuh. Mereka adalah entitas dengan tujuan,

