Mungkin ada yang berpikir, bahwa aku melawan takdir. Mungkin itu benar. Dan, aku tidak menyesal. *** Sesampainya di depan rumah Nara, Roni tiba-tiba mendapatkan panggilan dari seseorang yang tidak disangka. “Bang Andra?” Nara memandang Roni bingung. “Kenapa?” Roni menggeleng, lalu mengangkat panggilan dari Andra. “Halo—” [Ron! Deeka … masuk rumah sakit] Roni melebarkan mata, lalu memandang Nara. “Deeka masuk rumah sakit?” Seolah gemuruh mulai menguasai jantung Nara, ia pun langsung berlari meninggalkan Roni. Ia berlari, tidak peduli hujan terus menerpanya, angin berembus menentangnya, dan suara petir seolah berusaha menakutinya. Tapi, anehnya, Nara sama sekali tidak bisa berhenti berlari. Ia harus cep

