“kak ana lepasin...”ana terus menyeret vivian dari dalam rumah keluarganya hingga keluar dari rumahnya. “ana lepasin istriku...”suara berat dan tegas dari arah gerbang rumah cukup mengagetkaan dirinya karena ia telah mendengar suara yang selama ini ia rindukan. “ger...kau..dan dia..” Geraldi segera menarik vivian dari tangan ana lalu memeluknya dengan sangat erat”ya..dia istriku...jangan coba-coba kau menyakitinya..jika tidak kau dan keluargamu akan benar-benar aku hancurkan..” “ger...apa-apa kau benar-benar menikahinya tanpa restu dari mom and dad..” “ya kau benar...tanpa restu mereka aku dan vivian menikah..” “ger kau menyakitiku...dan apa kau tau dia saudaramu..” Geraldi tersenyum sinis lalu melepas pelukkanya beralih menggenggam tangan vivian dengan sangat erat”saudara k

