Bab 34

1684 Words

Bab 34 Drrt... Drrt... Ponsel Bu Melia bergetar, namun setelah mengetahui siapa yang menelpon, Bu Melia tidak segera mengangkatnya. Dia membiarkan hingga getaran ponsel tersebut berhenti sendiri. "Untuk apa lagi dia menelepon nelpon, anak durhaka. Tidak mau menuruti saran orang tua. Tidak memikirkan anak, hanya ingin menuruti ego sendiri. Sampai hati dia tidak memperdulikan benihnya dalam kandungan Naura. D*sar lelaki yang mau enaknya saja." mobil Bu Melia melihat nama Arsyad terpampang jelas pada kontak pemanggil di layar ponselnya. Kemudian Bu Melia memutuskan untuk mengirim pesan. "Tidak usah menghubungi ibu lagi, Arsyad. Kamu telah berubah durhaka. Ibu tidak menyuruhmu untuk menceraikan Naura, karena ibu menyayanginya. Namun kau tetap pada pendirianmu sendiri tanpa menghargai pend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD