bab 76

1068 Words

Putih... itu yang pertama kali aku lihat saat aku membuka mataku. Ada bau obat yang mulai menyeruak memenuhi rongga indra penciumanku. "Eeehhh...," erangku saat menggerakkan tubuhku yang terasa sakit di sana-sini. "Ai, kamu sudah sadar?" terdengar suara Kak Arfan dari samping tempat tidurku. "Kak Arfan..," kataku lemah sambil menatap wajah Kak Arfan yang sedang duduk di samping tempat tidur. "Sssttt... kamu istirahat saja dulu, kamu kehilangan banyak darah tadi," kata Kak Arfan. Kehilangan banyak darah? Ah aku baru ingat jika tadi aku di gigit Tania. Tidak bukan Tania yang menggigitku, tapi Leak, wujud lain dari Tania. "Tania...," kataku. "Aira, kamu tidak apa-apa kan?" terdengar sebuah suara masuk ke dalam kamar inapku. Aku tak perlu melihat siapa yang masuk ke kamarku, karena aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD