Aku menatap teman-temanku dengan tatapan tajam dan nyalang. Aku sungguh tak pernah mengira bahwa KKN-ku akan jadi hancur karena hal-hal mengerikan seperti ini. Belum lagi di tambah dengan teman-teman yang begitu menyebalkan. "Kalian silahkan bicara sesuka hati kalian, tapi jangan harap kalian meminta bantuanku setelah apa yang kalian katakan padaku," kataku dengan nada dingin datar. "Kamu benar-benar tak punya hati ya Ra, baru kali ini aku menemukan anak petinggi TNI yang sombong seperti kamu," kata Alvian. "Apa kamu bilang? Saya tak punya hati? Saya sombong? Siapa yang membuat saya tak peduli pada kalian, hah?" tanyaku sambil berjalan ke arah Alvian. Dia hanya diam dan menatap mataku dalam. Giginya gemeletuk seperti menahan amarah yang sudah di ubun-ubun. "Jika kamu bukan perempuan s

