"Aira!" teriak Fandy yang sangat kaget dengan apa yang kulakukan. "Ini peringatan buatmu Al. Jangan pernah sekali-kali kamu membawa-bawa nama Ayahku dalam masalahmu denganku!" kataku sambil berjalan meninggalkan mereka dan tak menghiraukan tatapan sinis dari teman-temanku. Ya, inilah aku yang bisa marah besar saat seseorang membawa-bawa nama Ayah dalam permasalahannya denganku. Aku memang sangat tak suka jika siapa pun yang bermasalah denganku membawa-bawa nama Ayah atau kedua kakakku. Aku bukan tipikal orang yang akan banyak bicara ketika marah. Jika seseorang tak bisa aku peringatkan sekali dengan kata-kata, maka peringatan selanjutnya adalah dengan menggunakan pukulan. Aku berjalan menuju kamarku untuk mengambil handy talky pemberian Ayah. Tidak, aku tak bermaksud menghubungi Om Rifk

