Head To Head

1772 Words

Malam hari, Ibas terlihat berdiri di depan rumah dengan pandangan ke arah persawahan. Tangannya dia masukkan ke kantung saku celana. Sesekali bibirnya mendesah kecewa. Seharusnya tidak ada yang bisa dilihat karena area sawah sudah gelap gulita, tetapi pria itu seakan larut dalam kesunyian. Menyadari Ibas sedang sendiri. Selly segera menghampirinya. Mula-mula ia berjalan terjinjit takut mengganggu Ibas. 'Hm, bahkan dari samping pun kamu tampan!' Selly akui, wajah Ibas jauh lebih cerah ketimbang sinar rembulan. 'Mata hitam pekat, hidung mancung dan bibir bervolume.' Selly merinci, matanya seolah tak jenuh memperhatikan mantan calon suaminya itu. Yah, setidaknya begitulah anggapan Selly. "Apa?!" "Ah, gak ada apa-apa!" Selly kaget karena Ibas sadar keberadaannya. "Daritadi kamu liha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD