"Mas, apakah kau juga sudah memberi tahu kabar kehamilanku pada Mbak Karin?" *** Rendi memandang Vania dengan tatapan mata yang teduh. Pertanyaan dari Vania tidak begitu mengusiknya, bibirnya tersenyum melihat raut wajah masam yang diperlihatkan Vania padanya. "Mas, kau belum menjawab pertanyaanku?" Ulang Vania sembari mencebik. "Aku sudah menelpon Karin, tapi ia tak menjawabnya," Jawab Rendi Jujur. "Begitu ya, baguslah!" Ujar Vania spontan. "Kok bagus? Apa ada masalah?" "Terakhir aku bertemu dengan Mbak Karin, ia tampak begitu antusias bertanya perihal kehamilanku, saat ia tersenyum, entah mengapa, hatiku merasa ada sesuatu yang mengganjal dari senyuman Mbak Karin yang tampak mengerikan itu," tutur Vania yang langsung di iringi dengan kernyitan di dahi Rendi. "Apa ada sesuatu yang

