Saat Saidon sampai, putri Liana memandangi dari kejauhan dengan seksama dan ia sedikit terkejut ketika melihat Saidon yang dengan gantengnya berjalan datang ke arahnya. Putri Liana kikuk sendiri, ia gemetar tak tahu apa yang harus dilakukan sekarang, mau sembunyi pun juga sangat telat sekali membuatnya terlihat salah tingkah. Sedangkan Saidon berjalan juga dengan d**a yang bergemuruh, ia tak tahu apakah putri Liana akan memaafkannya dan melihat saat ini putri Liana yang ketakutan melihatnya membuat hatinya sangat merasa sedih. Saidon sungguh bingung harus mengatakan apa sekarang, karena terlalu bergemetar, semua kata-kata yang telah disiapkannya hilang begitu saja. "Eum, halo putri Liana." Sapa nya canggung, semua karyawati yang sibuk membungkus bunga juga tahu kecanggungan keduanya, m

