Karena Dev sangat peka, ke apa bos nya itu berdehem seperti tadi, yaitu karena ia juga ingin meminum apa yang Dev minum. Sebut saja bahwa Saidon juga sudah sangat lapar, akan tetapi di depan pegawai Putri Liana, Saidon tak ingin terlihat lemah bukan? Setelah membawakan minuman itu untuk Saidon, kini Dev pergi untuk duduk di luar, meninggalkan Saidon yang berada di sana sendirian. "Dasar anak buah sialan, berani beraninya ya meninggalkan aku begitu saja." Umpat Saidon tertahan dalam hatinya, ia tak ingin banyak orang tahu bahwa mereka adalah mafia namun sepertinya pakaian mereka saja kali ini sudah seperti seorang direktur saja. Tiba-tiba saja Saidon teringat akan wajah Alvero yang sangat mirip dengan dirinya, membuat ia menimang-timang kembali wajah yang sangat tak asing baginya itu. P

