Setelah semuanya kembali seperti semula, Saidon dan putri Liana sibuk mempersiapkan alat yang sekiranya mampu untuk melawan atau melindungi diri dari serangan musuh. Sialnya mereka tak bisa berlama-lama karena sembilan puluh persen tembok di toko bunga ini terdiri dari tembok kaca. Kecuali kamar mandi dan satu kamar penyimpanan. Saidon menghubungi Dev untuk segera menelfon para anak buah agar datang ke sini dengan cepat, karena sungguh ia mempunyai feeling bahwa yang mengepung tempat ini bukan hanya segelintir orang, melainkan banyak raga. Dev pun mengiyakan, ia juga tahu sekarang bahwa di rumah Saidon tidak ada apa pun yang mencurigakan. Karena menyetir yang handal, ia dengan cepat sampai di rumah Saidon dan melihat lingkungan sekitar yang memang tak ada apa-apa. Setelah memanggil para

