63. Rencana yang matang?

1529 Words

Saidon tersenyum ketika mendapat ide bagus dari Aiden, tak diragukan lagi memang jika masalah untuk kelicikan ialah pemenangnya. "Waw, ide yang sangat cemerlang. Lalu bagaimana aku harus datang ke rumahnya kalau pembantu itu menguasai rumah?" Tanya Saidon, membuat Aiden mengernyit. "Kau masih bertanya hal seperti ini padaku? Hei dimana otak pintar mu? Apa karena sudah mengenal cinta kau menjadi b***k cinta dan bodoh?" Ujar Aiden sengak, namun Saidon sama sekali tak sakit hati karena semua yang di katakan Aiden memang benar bahwa ia telah bodoh. Bodoh dalam jatuh cinta, hehe. "Ah sudahlah, bertanya padamu membuatku hanya membuang-buang waktuku saja!" Ujar Saidon, memutar bola matanya malas lalu pergi begitu saja meninggalkan Aiden yang melongo melihat tingkah bosnya itu. "Ada ada saja t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD