Saidon sudah tidak kaget lagi dengan sentuhan Alila, entah kenapa seolah tubuh mereka telah menyatu. Mungkin karena Saidon sering mendapat pelukan dari Peri Pelindung tersebut sehingga semakin lama seperti tubuh sendiri. "Kenapa kamu kemari, Saidon?" tanya Alula senang. "Tentu saja menemanimu, bagaimana mungkin aku membiarkanmu sendiri," jawab Saidon pura - pura marah. "Aku tidak menyangka jika mereka bisa mendeteksiku juga," balas Alula malu. "Tak apa, ayo kita harus segera ke daratan," ajak Saidon. Mereka beriringan berjalan dengan cepat agar segera sampai, tetapi karena Saidon tidak bisa melihat dengan jelas diapun menggandeng Alula agar tidak tersesat. "Bagaimana dengan nasib putra ikan? Kasihan jika dia melawan seorang diri," tanya Alula. "Aku juga merasa begitu, apalagi dia ti

