"Si-siapa itu pangeran Azura, aku tak mengerti apa yang kau bicarakan." Ujar putri Liana sedikit gugup, ia sangat takut akan salah bicara mengenai ini. Yang sebenarnya ia memang tak tahu mengenai pangeran Azura atau apalah itu, tapi sosok yang Saidon sebut itu sering kali datang mengunjungi mimpinya dengan tempat tinggal yang aneh dan asing bagi putri Liana. "Iya sepertinya kau memang tak tahu, tapi kenapa kamu terlihat gugup?" Tanya Saidon to the point. "Euhm, tidak. Aku tidak gugup sama sekali, lagi pula kenapa aku gugup?" Putri Liana menahan tangannya yang saat ini gemetar karena takut, niat hati ingin menenangkan diri, namun putri Liana malah semakin merasa ketakutan. Entah tak tahu apa sebabnya. "Baiklah kalau begitu aku tutup suku teleponnya, tunggu aku pasti sebentar lagi aku jug

