Tidak bisa dipungkiri jika sekujur tubuh Saidon gemetar merinding, sebab dia mendengar suara yang sangat menyeramkan. Tanpa melihat saja dia sudah bisa membayangkan jika wajah anak buah penguasa kegelapan hitam dan menyeramkan seperti monster. "Saidon, kamu jangan takut. Ada aku di sini," batin Alula. Saidon merasa kesal pada diri sendiri, sebab sebagai seorang pria justru wanitanya yang melindungi. "Eh tunggu, sejak kapan dia jadi wanita aku? Bukankah aku adalah jelmaan Kaisar Azura dan Alula merupakan peri yang wajib melindungi aku?" batin Saidon. "Saidon, di depan kita ada ribuan musuh. Jadi kita harus ke arah kanan dan berjalan lewat ujung lembah kegelapan. Tapi karena daerahnya curam harus hati - hati," bisik Alula. Saidon hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh Alula, t

