66. Temperamen.

1518 Words

Putri Liana menggelengkan kepala sambil cemberut, Karena sungguh BI Marni sangatlah penting baginya. Putri Liana tak tahu apakah jadinya ia, ketika tak dipertemukan dengannya. "Apa benar belum berpamitan? Kalau begitu, kenapa tidak kau tanyai saja kemana perginya." Saran Saidon, namun mendengar hal itu malah membuat putri Liana hilang mood nya. "Aish, jangan memberi saran pada kejadian gang sudah terjadi. Bi Marni berpamitan padaku, hanya saja aku sendiri yang lupa kemana ia pergi." Ujar putri Liana, membuat Saidon sedikit terkejut karena bentakannya. Saidon langsung diam seketika, kembali memakan makanannya dalam diam, yang malah membuat putri Liana sedikit merasa bersalah karena sudah membentak Saidon seperti itu, padahal jelas semua ini juga bukan salahnya. Saidon sendiri juga sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD