"Lihat ini bos, kau menghilangkan kesempatan emas. Semua ini salahmu, aku sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari dengan sangat matang, kaku hari ini kacau balau hanya karena kau terlambat satu menit saja." Gerutu Dev, dan banyak karyawan lain yang setuju dengannya namun tak seberani Dev dalam mengutarakan. Sebab mereka hanya orang biasa, sedangkan Dev mempunyai tempat teristimewa di hati Saidon. "Diam lah dulu Dev, aku tahu aku salah. Biasanya juga aku tak se ceroboh ini kan, sungguh dari pada kau mengomeli ku, lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya menarik perhatian si CEO angkuh Alvero itu." Geram Saidon, hanya satu menit dan semuanya rusak begitu saja membuat Saidon merasa bersalah pada semua karyawannya yang ikut andil dalam proyek ini, terutama Saidon. "Alvero itu sangat keras

