Mendapat Penglihatan

1118 Words

Nadin sudah pulih dan diperbolehkan pulang keesokan harinya. Namun pikiran tentang kejadian kemarin malam masih terbayang dibenaknya. Nadin tidak tahu apa yang terjadi pada wanita malang itu. Tapi tangisnya menandakan sebuah penderitaan yang amat dalam. Ucapan meminta tolongnya terdengar sangat pilu. Begitu menyakitkan bagi Nadin. Dia juga tidak tahu siapa sosok lelaki kejam yang tega menyakitinya. Nadin tak bisa melakukan apapun untuknya. Ingin sekali menolong wanita itu. Tetapi, sosok lelaki itu sangat kuat. Nadin yang biasanya kebal malah dapat terlempar begitu saja. "Ingat ya? Kamu gak boleh ke sana lagi. Mama gak mau sesuatu terjadi sama kamu." Ucap Sisi. "Iya, Ma." Jawab Nadin. Walau mulutnya berkata Iya, tetapi hatinya tidak. Dia tetap ingin menyelidiki semuanya. Dan sekarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD