SL. 33

1302 Words

Rekal memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu restauran yang mewah, Anastasia melihat ke arah laki-laki yang masih diam sambil melepas seatbelt-nya dan turun dari mobil, gadis tersebut jelas dirundung kebingungan melihat sikapnya lalu bergumam, "Dia kenapa si? Marah?" Dengan nada bingungnya, namun sorot matanya mengikuti langkah laki-laki yang kini berdiri tepat di depan pintu mobil yang di tempati. Laki-laki tersebut membuka pintu mobilnya tanpa berkata apapun bahkan tanpa melihat ke arah Anastasia yang kini perlahan turun dengan raut wajah bingungnya. "Kal, kamu kenapa si?" tanya Anastasia to the point, ia sungguh tidak suka jika di diamkan. "Enggak papa," jawab Rekal dengan singkatnya. Anastasia terdiam tanpa mengikuti langkah kaki Rekal yabg sudah berjalan terlebih dahulu, laki-la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD