Zain Datang

1103 Words

“Selamat pagi sayank,” sapa Danis pada istrinya yang baru saja terbangun. “Danis,” panggil Luna yang kemudian membelai wajah sang suami. “Iya sayank. Aku di sini. Aku ambil air anget dulu ya. Biar tenggorokan kamu nyaman.” Luna menganggukkan kepalanya saat dia mendengar dan akan mengambilkan air hangat untuk diminum. Luna sangat bahagia karena malam ini dia bisa tidur bersama sang suami tercinta. Luna merasa sangat bersalah karena dia sakit terlalu lama. Kondisi luka bakar lunak yang ada di tenggorokan Luna membuat badannya sangat lemah. Hal ini karena dia tidak bisa makan. Bahkan hanya untuk sekedar bergerak saja dia sangat lemah. Tubuhnya terasa sering demam karena tidak adanya asupan makanan yang masuk kedalam tubuhnya selain dari infus. Danis duduk di tepi ranjang dan membantu Lun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD