Amara, perempuan itu melangkah lesu kedalam kelas. Sebelah tangan perempuan itu mengelus perutnya yang masih rata, tumben sekali perempuan itu datang pagi-pagi sekali. Murid-murid belum berdatangan karna jam baru saja menunjukkan pukul setengah tujuh. Dikelasnya, hanya ada dirinya dan juga kedua temannya. Sedari tadi, Naira dan juga Najwa heran dengan sifat Amara yang semakin aneh. Pandangan keduanya pun tidak berhenti menatap kearah tangan Amara yang tengah mengelus perutnya, mereka semakin dibuat curiga. Kemungkinan besar, kecurigaannya selama ini benar. Bahwa Amara tengah mengandung? "Tumben banget Lo ngajak kita berangkat pagi?" Najwa membuka pembicaraan, Naira sedikit melirik sekilas kearah perempuan itu. Ia tau, pikiran mereka berdua sama. "Mau aja," balasan singkat itu kel

