Mimi menatap kearah seseorang yang sekarang sedang mengulurkan tangan nya kearah nya. "Hmm..." Mimi mengapai uluran tangan tersebut. Setelah dapat berdiri, Mimi dituntun pelan-pelan menuju bangsal nya. "Pak Renjun- eh maksud saya Pak Rendi kok bisa disini?" orang yang membantu Mimi bangun dan menuntun nya ke bangsal nya adalah Rendi. "Salah masuk kamar." "kalo salah, kenapa enggak balik lagi cari kamar nya, ngapain masih disini?" "Tadi saya denger ada suara orang teriakkin ada orang atau enggak. Yaudah saya datang." "Masa sih? Oh iya, emang siapa yang sakut pak? Maaf ya pak, atau ibu bapak?" "Mau tau aja kamu, yaudah saya tinggal dulu." Rendi yang ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja langkah nya terhenti. "Pak, kalo ada yang tanya saya kemana, jangan dikasih tau ya, Wa

