"Kenapa?" Tanya Celin ke Mimi. Semuanya kini menatap Mimi. Mimi menggeleng tanda tidak ada apa-apa. Mereka semua pun melanjutkan makan. Selesai makan jujur saja, Mimi sedikit bosan. Ia ingin rasa nya mengucapkan sesuatu. Tapi mulut nya seperti ditahan. Ia tidak bisa membuka mulut nya. Saat Mimi ingin berusaha untuk berbicara. Chandra lebih dulu mengajak Mimi main. Entah apa yang mereka mainkan, ada yang lari-lari. Ada yang main kartu. Yang larian itu Faiq dan Celin. Yang lain main kartu. Saat sedang ribut karena suara Faiq yang seperti lumba-lumba. Mimi membuka suara nya. "Ren...jun? Reno? Chandra? Riyan? Va-vani... Lupakan!" semua langsung menatap kearah Mimi, Faiq dan Celin yang sedang bermain kejar-kejaran berhenti berlari. Yang bermain kartu mematung. Sebelum kejadian... Mim

