Shoot 1

1808 Words

Jared menghentikan mobilnya di basement sebuah apartement pencakar langit. Dia membuka dashboard dan mengambil sebuah pisau lipat yang sangat tajam, lalu menaruhnya di saku. Dia meraba sebuah handgun di sakunya yang lain. Dia turun dari mobil dan masuk ke dalam lift. Lift berhenti di Lobby. Dia berjalan dengan percaya diri. Membuatnya menjadi pusat perhatian di tempat itu. Wajah sempurnanya tampak kaku, bibirnya memberikan senyuman manis pada beberapa orang yang menatapnya. Dia membiarkan dirinya terkespos oleh cctv apartement. Dia tidak perduli bila Angel atau sang dewa tahu mengenai kedatangannya. Lagipula, bukankah mereka sudah sepatutnya tahu kalau malaikat pencabut nyawa mereka sudah tiba? Jared mengepalkan lengannya yang mengalami tremor kecil karena euforia yang dia alami saat memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD