Pagi ini, Xavier akan pulang, pria itu tidak dapat berada di rumah Tania berlama-lama, karena dia juga banyak urusan, terutama di dunia kerja, sehingga mengharuskannya hadir dalam mengurus restoran. "Tania, beritahu orang tuamu, kalau diriku sudah pulang," pamit Xavier, Tania yang baru saja menyiapkan teh untuknya, lantas berkacak pinggang sembari menghela napas jengkel. "Hei, kenapa cepat sekali? Aku telah membuatkanmu roti bakar, dan maaf ... aku tidak punya s**u di rumah ini, jadi, teh hangat sebagai pengganti," balas Tania, kemudian menghalangi jalan Xavier. "s**u? Untuk apa susah mencari? Bukannya kau memiliki itu?" Tatapan Xavier beralih ke dua gundukan yang sedikit menggodanya. "Dasar pria m***m, awasi matamu, jangan sampai aku menusuknya menggunakan sendok ini," kesal Tania. X

