Tiga minggu kemudian.
Ada yang salah dengan dirinya, Yui Kito tahu pasti ada yang salah. Ia sudah ke toilet sebanyak lima kali dan itu sangat menganggu. Apalagi dimalam-malam sebelumnya, ia harus menunda beberapa pertemuan penting karena ia terus bolak-balik kamar mandi.
Yui memperhatikan tubuh letihnya di cermin lebar toilet umun itu, akhir-akhir ini dadanya terasa lebih berat, padat, kencang dan lebih sensitif dan ia juga merasa mudah lelah. Dia harus segera memeriksa kesehatan secepatnya, jangan sampai ia jatuh sakit apalagi lengah.
Seseorang terus mengikutinya dalam dua minggu terakhir, mata-mata itu tidak terlalu handal, tapi bisa juga si mata-mata memang sengaja menampakkan diri untuk mengancamnya.
Siapa lagi sekarang? Suruhan k*****t-k*****t HIME atau b******n-b******n Sykes? Mungkin juga orang-orang Jonny Harlow, tapi kemungkinan lain sangat banyak. Ia tidak boleh lengah tapi tubuhnya tidak mau bekerja sama sama sekali.
Saat ia keluar dari toilet kepalanya mendadak amat pusing, pandangannya menjadi kabur, meski ia mencoba menggapai sesuatu, atau mencoba tetap memusatkan penglihatannya, tapi akhirnya ia tidak sadarkan diri.
Saat ia membuka mata, langit-langit berwarna putih yang ia lihat pertama kali, lalu infus dan selangnya yang terhubung ke pembuluh ditangannya.
"Anak siapa yang ada dalam kandunganmu?" tanya suara berat dari sebelah kanan yang belum ia identifikasi tadi.
Yui langsung menoleh. Nicholas Sykes. Laki-laki bermata abu-abu itu menatapnya dengan rahang mengeras.
Nicholas Sykes, rumah sakit, infus? Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa ia bisa bersama laki-laki itu.
"Apa maksudmu?" tanya Yui tidak mengerti. Tenggorokannya terasa kering. Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Usia kehamilanmu sudah dua minggu. Kau belum mengetahuinya?" tanya laki-laki itu lagi.
"Apa?" pekik Yui. Ia tidak sadarkan diri sekali lagi karena terlalu shock dengan apa yang masuk ke telinganya.
Yui Kito belum sepenuhnya sadar, otaknya sudah memproses banyak hal.
Sialan!!!
Betapa cerobohnya dia, Jay lupa memakai pengaman saat ia mendatangi Yui dalam keadaan mabuk karena bertengkar dengan Kaella Kaznov.
Ia masih punya banyak kesibukan yang harus dihadapi dan hamil disaat seperti ini sangat tidak tepat. Sial. Sangat sangat sial. Disaat semuanya sudah sangat sempurna, mengapa sebuah janin telah menjadi bagiannya.
"Dokter bilang kau harus mulai memperhatikan pola makanmu. Meski mungkin kau bakal mudah kehilangan nafsu makanmu, apalagi ini kehamilan pertama" kata suara berat yang sama ketika Yui sudah sadar sepenuhnya.
Yui kito menatap Nicholas Sykes dan hatinya langsung meringis nyeri, air mana mengikuti rasa sakit dalam dirinya. Akan ada satu lagi bayi yang terlahir tampa ayah, dan itu adalah bayinya.
Oh, lord!!!
Hormon kehamilan benar-benar membuatnya cengeng. Kenapa harus sekarang? Mengapa harus anaknya? Pekik batin Yui amat terluka.
Nicholas Sykes tidak mengatakan apa-apa, hanya menonton gadis misterius itu terus menangis tersedu-sedu. Seperti kehamilan mendadak yang tidak direncanakan membuatnya shock berat.
Dua minggu mengikuti gerak-gerik gadis itu benar-benar membuatnya mati penasaran. Gadis itu bukan gadis biasa! Ia punya pertemuan dengan orang-orang penting. Dia punya acara-acara tak terduga, yang tak mungkin dihadiri seorang gadis pemilik panti asuhan.
Dan yang lebih mencengangkan, panti asuhan yang ia kelola benar-benar luar biasa. Tempat itu bukan sekedar panti biasa, tapi juga sekolah semi militer dengan fasilitas yang amat mencengangkan, mereka melatih anak-anak sesuai bakat mereka dan juga mengirim anak laki-laki yang sudah cukup umur kedalam badan militer.
Selain panti asuhan, ia punya cafe, toko hadiah, toko kue, toko pakaian dan sepatu juga sebuah gedung apartment. Dan semua tempat itu dikelola oleh anak-anak panti yang sudah mencapai batas umur untuk dikeluarkan dari panti asuhan.
"Kau mesti memberitahu Jay segera" kata Nicholas saat wanita itu sudah puas menangis.
Yui kito menggeleng lemah, matanya berkabut kesedihan "Dia baru saja menikah. Lebih baik tidak memberitahunya, biar aku mengurus masalah ini segera. Aku akan menggugurkannya dalam waktu dekat" katanya dan menghela nafas berat.
Nicholas Sykes merasa tidak percaya dengan pendengarannya. Wanita ini terlalu naif. Jika memang ia peduli, mengapa mereka masih berciuman saat pernikahan Jay dan masih bertemu setelahnya? Dan sekarang wanita itu hamil.
"Kalian harus mengambil keputusan bersama" cetus Nicholas "Dokter bilang kau bisa pulang sekarang jika sudah cukup kuat, aku akan mengantarmu"
"Tidak ada yang perlu kami bicarakan" kata wanita itu dengan tegas "Diantara kami sudah tidak ada apa-apa lagi. Cukup bagiku melihat anak-anak asuhanku tampa ayah dan ibu. Dan tidak untuk anakku, tidak akan pernah. Aku akan segera menggugurkannya. Tidak ada yang menginginkan anak ini, aku maupun Jay"
"Kau akan menjadi pembunuh kalau begitu" Kata Nicholas dengan sinis.
"Pembunuh katamu?" tanya gadis itu dengan kemarahan yang menganti kesedihan dimatanya. Kebencian yang ia tunjukkan begitu murni "Kau tak tahu apa-apa. Kau tak akan mengerti bagaimana rasanya hidup sendirian tampa orang tua. Kau punya keluarga yang utuh dan kau kaya raya. Kau tak akan pernah mengerti rasa cemburu saat melihat seorang anak merengek manja pada ayahnya. Kau tak akan mengerti keirian saat melihat teman-teman dangan keluarga utuh dan bahagia. Rasa itu membunuh seseorang secara perlahan" cecar gadis itu "Ya tuhan. Ada apa denganku" desah gadis itu kepada dirinya "Kau pergilah. Aku bisa pulang sendirian"
Dasar wanita naif dan keras kepala.
Nicholas Sykes keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Yui Kito dengan kekalutan besar dalam kepalanya.
Apa yang harus ia lakukan sekarang? Mengapa semuanya menjadi berantakan?
Mengapa tuhan begitu tidak adil padanya?
Setelah perawat melepas infusnya dan memperbolehkannya pulang, Yui Kito amat terkejut dengan kehadiran laki-laki bermasker dan berkacama hitam yang ia tahu adalah Nicholas Sykes, masih menunggunya.
Tanpa aba-aba laki-laki yang dinobatkan sebagai pria paling tampan di Imakurga itu langsung menggendongnya "Nick, apa yang kau lakukan? Turunkan aku" pekik Yui dengan panik sehingga mengundang perhatian dan Yui benci diperhatikan.
Yui memang keras kepala, tapi Nicholas Sykes lebih keras kepala "Aku tahu kau bakal menolak jika aku menawarkan baik-baik" katanya dengan gelengan kecil.
"Kalau kau tidak turunkan aku..."
"Apa?" tantang Nicholas, ia tahu wanita keras kepala itu bakal mengancam.
"Ini" Yui menurunkan masker hitam yang digunakan Nicholas, sehingga menampakkan wajah tampan bagai dewa itu kepada pengunjung rumah sakit.
"Jangan salahkan aku, kau yang menggali kuburanmu sendiri" kata laki-laki berambut cokelat itu dengan santai. Ia tidak peduli dengan teriakan histeris gadis-gadis bahkan ibu-ibu yang melihat kehadirannya di rumah sakit. Apalagi dengan mengendong seorang wanita.
Dan wanita yang digendong dewa ketampanan itu adalah Yui Kito, gadis yang benci menjadi pusat perhatian. Wanita itu hanya mampu membenamkan kepala pada d**a bidang milik Nicholas yang beraroma maskulin hingga mereka sampai ke mobil mewah milik sang model, karena Nicholas Sykes cengengesan dengan santai mengatakan "Calon ibu anakku baik-baik saja" kalimat itu ia ucapkan pada penggemarnya dengan santai.