Chapter 32

1263 Words

Sudah dua bulan lamanya Tian terbaring nyenyak di ranjang rumah sakit. Dan selama itu juga Riani setia menemaninya. Membersihkan tubuh Tian dengan handuk basah, mengganti bunga dalam vas yang sudah layu menjadi segar, dan membacakan dongeng untuk Tian. Walaupun dokter bilang kondisinya membaik, namun Riani belum bisa melihat tanda-tanda Tian akan sadar dari komanya. Riani baru saja selesai membersihkan diri. Selama Tian koma, ia tak pernah pulang ke rumah. Ia lebih memilih tidur di rumah sakit dan menjadikan tempat tersebut sebagai rumah keduanya. Membgi cerita dengan Tian, berharap semua cerita-ceritanya mampu membangunkan Tian dari tidur panjangnya. "Hey!" Riani memulai ritual paginya yaitu mengajak Tian berbicara. "Apa kabar?" lanjutnya. Riani hening sejenak dan saat terdiam terseb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD