Chapter 28

1216 Words

Aku tak pernah sebahagia ini. Mencintaimu bukan keinginanku, Namun, cinta itu yang menginginkan Singgah di hatimu. Dan aku menikmati itu.. Bastard Mafia   Triiiiiing! Suara nyaring dari jam weker, mengejutkan kedua manusia yang masih bergelung dalam selimut tersebut. Tian mengumpat kasar saat tidurnya terganggu oleh suara giring bel yang memekakkan telinga. Sedangkan Riani, ia tak terusik walaupun sempat terkejut. Braakk! Suara bantingan langsung terdengar keras, dan satu itu benar-benar mengusik tidur Riani. Weker kesayangannya, weker Rillakumanya yang ia beli kemaren, kini tergelatak pasrah di lantai dengan kacanya yang sudah pecah. Ia menatap nanar weker tersebut. Dengan cepat Riani turun dari ranjang untuk melihat kondisi weker kesayangannya. Pergerakan dari kasur saa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD