Chapter 22

1314 Words

Riani kembali mendesah panjang. Sudah hampir satu jam ia bermain dan sudah berapa kali ia mendapatkan pelepasan. Tian masih sibuk mencari pelepasan. Ia mencabut miliknya dan membalik tubuh Riani paksa, membuat wanita itu menungging. Tanpa permisi, Tian kembali menghentakkan miliknya, tak peduli kalau Riani sudah mengeluh lelah. Namun sekuat apapun Riani mengatakan ia lelah sebesar itu pula nafsunya kembali naik. Apalagi saat Tian menyentuh tiga titik ransangnya, Gspot, k******s dan p****g. Tian mengocok Riani semakin kencang, sampai hentakan kuat membuat Riani terdorong ke depan dan tersungkur di atas ranjang. Tian akhirnya mendapatkan pelepasannya. Setelah setengah jam mencari pelepasan nikmat itu. Namun ia bangga sudah membuat Riani tersiksa selama satu jam penuh. "Kau lelah?" tany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD