47

1017 Words

Udara sejuk pagi menyusup lewat celah jendela kaca yang sedikit kubuka agar aku tidak perlu menyalahkan AC di sepanjang perjalanan. Kutepikan mobil lalu berjalan dan meletakkan tanda pengenal di gerbang keamanan. Gerbang itu terbuka hingga aku bisa langsung masuk ke lobi utama dan disambut oleh beberapa resepsionis. Mereka menyapa aku dan sedikit membungkukkan badan. "Apa direktur sudah datang?" Mereka nampak terkejut dengan pertanyaanku dan saling melirik satu sama lain seolah itu adalah pertanyaan yang aneh. Aku juga hanya dari bawah aku tidak seharusnya bertanya, karena dengan bertanya itu seolah mengungkapkan bahwa aku dan dia memang tidak serumah lagi. "Sudah Bu." "Baiklah." Saat hendak naik ke lift aku berpapasan dengan asisten pribadi mas Farid, Vika, yang kemarin bicara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD