Pukul 07.00 malam suamiku terlihat pulang, dia nampak lelah tegang, dan sudah tidak lagi mengenakannya jasnya, hanya mengenakan kemeja putih dan dasi serta bagian jaket luarnya ia letakkan di atas kursi ruang tamu. "Mas, bagaimana?" "Sudah diatasi dokter." "Ya Tuhan, aku benar-benar terkejut sekali mas." "Aku juga, aku tak menyangka," ujar Mas Farid sambil menjatuhkan dirinya di kursi, dia pijit keningnya, dan berulang kali mengeluarkan nafas lelah. "Aku kaget kau tiba-tiba pulang dari luar kota. Baru pagi tadi kau pergi dan tiba-tiba saja kau kembali." "Aku merasa betul bahwa kepergianku keluar kota hanya bentuk pembuktian bahwa diri ini pecundang, aku mungkin bisa berdalih kalau aku punya bisnis atau harus menemui klien tapi meninggalkanmu menghadapi wanita itu membuatku benar-bena

