"Selamat datang di rumah kami," ucap anakku, dia mengulurkan tangan kepada ayah dan ibunya Niken, serta seorang paman dan seorang gadis berhijab yang mungkin adalah anak dari pria tersebut. Putraku tetap bersikap sopan dan ramah serta membungkuk hormat pada orang yang lebih tua. Sayangnya saat Handi hendak menyalami mereka, tidak satupun yang mau membalas ulurannya hingga putraku kembali tersenyum dan menarik kembali tangannya. "Silakan duduk." "Kami tidak akan membuang-buang waktu adik Karena kami tahu kalau adik sibuk sebagai seorang direktur," ucap Paman Niken. "Iya, om. Kalau begitu langsung saja." "Kami ingin meminta dengan penuh hormat agar kalian tidak lagi ikut campur dalam rumah tangga Niken dan papa kalian." "Apa maksudnya?" Handi menggeleng tipis, seakan tidak mengerti

