“Kalian berhenti kode-kodean! Untuk sekarang bawalah Naomi! Nanti akan Mommy jemput lagi.” Bu Angel tidak lagi memaksakan egonya untuk membawa pergi Naomi. Kepalanya yang terbentuk jok mobil masih berdenyut, nyeri. Selain itu anak buahnya juga sudah tumbang. Naomi tersenyum, langsung memeluk erat tubuh ibunya dan mencium pipinya. “Thank you, Mom.” “Jangan senang dulu! Nanti Mommy culik lagi kamu.” “Setelah dari ini aku akan bawa banyak pengawal biar Mommy gak bisa culik aku lagi,” balas Naomi memelet lidah langsung dilempari sepatu oleh ibunya. “Dasar anak nakal.” “Aww … Mom!” Naomi meringis, mengusap lengannya—sakit kena lemparan sepatu hak tinggi ibunya. “Bu Angle, mari ikut saya! Biar saya antar ke rumah sakit.” “Tidak perlu repot-repot. Saya masih bisa sendiri.” Bu Angel menolak

