Keesokan harinya, Agatha telah siap untuk bekerja. Dia harus segera menyelesaikan lagunya. Tapi, sampai sekarang belum juga mendapatkan rasa dalam lirik lagunya. Apa karena hatinya yang masih belum baik-baik saja. “Tha, nanti ada acara. Tapi, kamu harus pergi sama Zaki. Soalnya, yang diundang kalian.” Rayhan beranjak mengambil gitar miliknya. “Kok enggak ada bilang dari kemarin?” jawab Agatha. “Maaf, ya, soalnya dadakan. Terus, juga keburu disetujui.” Agatha merasa kesal dengan Rayhan yang menyetujui pekerjaan itu tanpa ada kata-kata yang terucap padanya. Bukan tidak bisa untuk bersikap profesional. Tapi, semakin dipaksa untuk baik-baik saja, justru hatinya semakin terluka. Lagi-lagi dengan perasaan yang penuh kata terpaksa, Agatha harus pergi bersama Zakaria di dalam satu pekerjaa

