Dua Gadis Nakal

1137 Words

Keesokan harinya, tepatnya pukul enam Agatha dan ibunya berangkat ke bandara. Mereka telah bersiap untuk liburan sejenak ke pantai. Air pantai dan suhu yang panas membuatnya sedikit relaks dengan pemandangan sekitar pantai. Itu baru dalam bayangannya. Entah bagaimana dengan kejadiannya nanti ketika telah sampai di Bali. Mungkin, perasaannya yang masih berkecamuk dalam hatinya itu. Tidak terasa mereka telah sampai di rumah milik Sandra. Tepat pukul 13.00 WITA. Agatha duduk di sofa ruang tamu untuk meregangkan kakinya. Kaki yang terpaksa untuk mencengkeram dengan kuat lantai pesawat. Benar, Agatha takut dengan ketinggian. “Untung saja, tadi taksinya cepat, kalau enggak ya, kakiku bakal kaya apa rasanya, Ma,” keluhnya. “Iya, kamu aneh. Perasaan naik pesawat tidak hanya sekali,” jawab El

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD