Beberapa waktu kemudian, Agatha mendapati sebuah tawaran untuk mengisi salah satu program televisi. Dia berangkat sekitar pukul empat sore. Berangkat jauh dari jam tayang acara tersebut. Sebab, biasanya sebelum acara dimulai akan ada sebuah arahan. Selain itu, Agatha juga ingin tepat waktu dalam menghadiri acara itu. Masuk ke studio dengan perasaan senang. Dia bangga bisa mengenalkan karya yang telah rilis beberapa waktu yang lalu. Duduk di sebuah bangku yang ada sembari membuka ponselnya. Memainkan ponsel sembari menunggu yang lain datang. Agatha berangkat awal, tahunya malah ketemu ruangan yang masih sepi. Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang. “Tha, masuk saja enggak apa,” kata salah satu tim yang akan bekerja dengannya. “Iya, Kak. Nanti saja, menunggu yang lain,” jawab Aga

